Pergantian Musim


cinta pergi seperti hari terakhir di musim kemarau

pancaroba datang dengan hati yang berubah tak tentu

antara rela dan harap, keduanya sama-sama berujung sakit

badai, hujan, dan angin yang bertiup kencang

laron terbang mencari tempat terang

tanpa menyadari sayap-sayapnya yang terlapas

lalu terjatuh ke dalam baskom air

dan tewas

 

(2019)

Iklan

Catatan Perjalanan: Semarang-Surabaya


Entah di mana, aku pernah membaca kalimat yang kurang lebih begini: Sekali dalam setahun, kunjungilah tempat yang belum pernah kamu kunjungi sebelumnya. Di lain kesempatan aku juga menemukan tagar #TraveltoHeal. Tapi mengesampingkan pembahasan mengenai hal-hal tersebut, sudah menjadi rencanaku untuk mengunjungi satu per satu kota di Jawa. Rencana ini kugagas pada tahun 2017 dan telah kukunjungi Purwakarta dan Bandung pada tahun yang sama. Kemudian, rencana tersebut terhenti karena masalah finansial, kurangnya waktu luang, dan ada kepentingan mendesak untuk fokus pada hal lain.

Akhirnya rencana ini kumulai lagi pada tahun 2019 ini. Kali ini Semarang dan Surabaya, meskipun kota yang terakhir ini hanyalah sekadar singgah. Meskipun aku berangkat sendirian dan ke mana-mana sendirian, namun tidak tepat jika kusebut solo traveler sebab Continue reading “Catatan Perjalanan: Semarang-Surabaya”

Tentang 2018 yang Terlewat Begitu Saja


Penyair adalah orang yang tidak bahagia, karena betapa pun tinggi jiwa mereka, mereka tetap diselubungi airmata.

– Kahlil Gibran

Jika tahun 2017 adalah tahun yang menyenangkan sekaligus penuh perpisahan, di tahun 2018 aku merasa cukup sibuk, entah kenapa. Baru saja aku mencoba merinci kegiatanku sepanjang tahun lalu dan yang kuingat seperti ini :

  • Pertama kalinya memulai jasa foto¬†freelance
  • Pergi ke Rawamangun setiap Sabtu pagi
  • Pulang ke Nganjuk setiap bulan sekali
  • Pekerjaan di kantor yang mendadak jadi lumayan banyak
  • Setelah atasan dimutasi, aku ikut terkena mutasi pekerjaan di kantor
  • Belajar, tentu saja
  • Pindah dari Jakarta ke Tangerang Selatan

Lainnya tidak begitu kuingat. Tapi setelah kupikir-pikir, kegiatan-kegiatan di atas itu tidak serta merta membuatku tidak sempat menulis lagi. Pasti ada sebab lain. Meskipun, yaaa…pergi ke Rawamangun dan jasa foto itu sudah menghabiskan seluruh akhir pekanku dari bulan Januari sampai kira-kira bulan Maret, lalu pekerjaan di kantor yang padahal biasanya konten blog ini kuhasilkan dari jam menganggur di kantor, lalu pindah ke Tangerang Selatan pada bulan September. Intinya, pada akhirnya blog ini kutelantarkan sampai satu tahun penuh.

Bukan hanya blog, tetapi tulisan sederhana di Facebook pun juga lumayan berkurang. Bahkan Catatan Akhir Tahun yang biasanya kubuat setiap tanggal 31 Desember, juga tidak ada. Malahan pertama kalinya kuhabiskan malam tahun baru dengan tidur nyenyak di dalam kereta menuju Jakarta.

Sekarang tahun telah berganti. Sudah tiga tulisan yang kubuat tahun ini, dan harapanku akan ada lebih banyak lagi ke depannya. Mungkin mustahil bisa seperti tahun 2016 yang setiap hari ada tulisan baru, tapi setidaknya tiga atau empat tulisan per bulan saja sudah cukup. Dan meskipun sekarang aku sudah bahagia, tapi aku masih akan menulis tentang luka, seperti kutipan di atas.

Mungkin aku juga akan menulis tentang kamu. Iya, kamu, yang telah mengenalkanku kebahagiaan.

Blog ini akan aktif kembali.

(Tangerang Selatan, 12 Januari 2019)

Tahun Baru


sebentar lagi hari ini akan kusebut tahun lalu
ketika kembang api melukai langit
yang telah lama terbiasa menangis pilu

entah ini tahun ke berapa yang kujalani tanpamu
kenangan tak bisa dihitung dengan angka-angka masehi
membuangnya pun tak semudah melupakan resolusi

apakah bedanya mimpi dan masa lalu?
mimpi, hanya kujalani dan kuingat sendiri
sedangkan masa lalu kujalani bersamamu

tapi kamu adalah masa lalu

yang selamanya akan menjadi mimpi

(2019)