Catatan Akhir Tahun (2017)


DSC01996

If you are brave enough to say goodbye, life will reward you with a new hello.”

– Paulo Coelho

Pada pertengahan Juli, di Malang, aku bertemu dengan seorang penulis muda yang lebih dulu kukenal melalui media sosial. Namanya kutahu dari Radar Malang yang mencantumkan alamat, tempat kuliah, sampai nomor HP. Tapi aku hanya fokus pada nama lalu kami berkenalan di Facebook. Perjumpaan di Malang itu adalah perjumpaan yang kedua kalinya. Ia sering kupanggil dengan sebutan “Sang Pemenang” karena Continue reading “Catatan Akhir Tahun (2017)”

Iklan

Kucing Pincang di Terminal


Puguh terbangun dari tidur karena merasakan ada sesuatu yang mengelus-elus kakinya. Ia masih mengantuk. Akhir-akhir ini ia mudah sekali merasa mengantuk. Dilongokkannya kepalanya sehingga dapat melihat Aan yang sedang tiduran sambil memainkan ekor di samping kaki Puguh.

Kucing itu pasti sedang lapar, pikir Puguh. Tapi sayang sekali Puguh sedang Continue reading “Kucing Pincang di Terminal”

Tentang Surga


Bayu mengangkat kepalanya ketika adzan magrib terdengar sayup-sayup dari suatu tempat. Langit telah berubah warna, dan matahari ternyata sudah hilang di balik hutan di seberang sawah.

“Dapat banyak, Yu?” Seruan Pendik terdengar lebih dulu sebelum derak langkah kakinya dan kemunculan sosoknya dari balik timbunan sampah.

“Lumayan.” Bayu mengangkat karungnya dan berjalan menuruni tumpukan sampah.

“Cuma botol?”

“Biasa.”

“Aku dapat ini!” Pendik memamerkan cengirannya sambil mengangkat sebuah benda berbentuk Continue reading “Tentang Surga”

Kisah Si Apatis


Sebelum menjadi orang yang acuh dan apatis, Padel adalah seseorang yang terlalu peka dan gampang terbawa perasaan. Dari kasta sosial, Padel termasuk golongan atas. Ia sudah mapan sebelum berusia tiga puluh, menjadi karyawan tetap di perusahaan multinasional, dan tinggal apartemen di wilayah Jakarta Selatan. Gaya hidupnya dapat ditebak: sering ke mall, makan di restoran Amerika, dan bisa menghabiskan seratus ribu rupiah hanya untuk Continue reading “Kisah Si Apatis”

Acuh


ingin kuserukan rindu
tapi kau tidak akan percaya

ingin kunyanyikan lagu
dengan seribu larik
dan kutuliskan puisi
dengan sejuta bait
semuanya hanya untukmu
tapi kau tidak akan percaya

ingin kupindahkan gunung
ingin kukeringkan samudra
ingin kuhentikan badai
ingin kubuktikan semuanya
tapi kau tidak akan percaya

ingin kubangunkan seribu candi
dengan stupa menjulang tinggi
arca-arca tak tertandingi
untukmu dalam semalam
tapi kau tidak akan percaya

ingin kukatakan cinta
tapi kau tidak akan percaya

kau tidak akan pernah percaya